Langsung ke konten utama

Membuat Form Login dengan Monolitik, Ajax, dan JQuery

Belajar Teknik AJAX Dengan jQuery - WebHozz Blog

 

Monolitik

Monolitik merupakan sebuah pendekatan tradisional dalam pembangunan sebuah aplikasi. Aplikasi monolitik terbentuk sebagai satu kesatuan kode yang tidak dapat dipisahkan satu dan lainnya.  Salah satu karakter sistem arsitektur monolitik adalah saat pemrogram ingin melakukan perubahan pada sistem monolitik, pemrogram harus mengubah satu kesatuan kode secara menyeluruh dan bersamaan. mari kita bedah kodenya.

pertama kita buat file html biasa dengan nama login1.html, di dalam body kita membuat form dan button untuk mengirimkan data.

<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="IE=edge">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
<title>Login</title>
</head>
<body>
<h1>Web Monolitik</h1>
<form action="proses_login.html" method="POST">
<p><input type="text" name="username"> Username</p>
<p><input type="password" name="paswd"> Password</p>
<p><input type="submit" value="Login"></p>
</form>
</body>
</html>

Selanjutnya kita membuat file dengan nama proses_login.html, halaman tersebut untuk menampilkan data.

<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="IE=edge">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
<title>Login</title>
</head>
<body>
<h1>Cek Login</h1>
{%
import json
username = _POST['username']
paswd = _POST['paswd']
ketemu = False
data = json.loads(open('htdocs/tbl_user.json').read())
for d in data:
if(d['username'] == username) and (d['passwd'] == paswd):
ketemu = True
break
else:
ketemu = False

if (ketemu == True):
emit('Login Sukses')
else:
emit('<p>Login Gagal!!</p>')
emit('<p>Kembali ke <a href="http://localhost:8080/login1.html">
        Login</a></p>')
%}
</body>
</html>

Output


Ajax

AJAX adalah singkatan dari Asynchronous Javascript And XML.

AJAX berfungsi untuk:

  • mengambil data dari server secara background
  • menyegarkan tampilan web tanpa memuat ulang browser
  • mengirim data ke server secara background

Pada dasarnya, AJAX hanya menggunakan objek XMLHttpRequest untuk berkomunikasi dengan server.

pada Ajax pertama kita buat file dengan nama login2.html, di dalam body kita membuat form dan button untuk mengirimkan data.

<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="IE=edge">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
<title>Login</title>
<script lang="javascript">
function createRequestObject() {
var ro;
var browser = navigator.appName;
if(browser == "Microsoft Internet Explorer"){
ro = new ActiveXObject("Microsoft.XMLHTTP");
}else{
ro = new XMLHttpRequest();
}
return ro;
}

var http = createRequestObject();

function sndReq(route, method) {
http.open(method, 'http://localhost:8080/backend.rpc?route='+route);
http.onreadystatechange = handleResponse;
http.setRequestHeader("Content-type", "application/\
            x-www-form-urlencoded");
if(method=='GET') {
http.send(null);
}
else if(method=='POST') {
var data = "username="+document.getElementById("username")
                .value+"&paswd="+
document.getElementById("paswd").value;
http.send(data);
}
}

function handleResponse() {
if(http.readyState == 4){
var response = http.responseText;
if(response.length != 0) {
document.getElementById('elemen').innerHTML = response;
}
}
}
</script>
</head>
<body onload="javascript:sndReq('form_login', 'GET')">
<!-- Referensi -->
<!-- http://rajshekhar.net/blog/archives/85-Rasmus-30-second-AJAX-Tutorial
.html -->
<h1>Web Interaktif dgn AJAX</h1>
<div id="elemen">
</div>
</body>
</html>

Selanjutnya kita membuat file dengan nama backed.rpc, halaman tersebut proses untuk menampilkan data ke halaman login2.html.

{%
def form_login():
    form = '<form>'\
        '<p><input type="text" name="username" id="username"> Username</p>'\
        '<p><input type="password" name="paswd" id="paswd"> Password</p>'\
        '<p><input type="button" value="Login" onclick="javascript:sndReq(\'cek_login\', \'POST\')"></p>'\
    '</form>'
    emit(form)

def form_login_jquery():
    form = '<form>'\
        '<p><input type="text" name="username" id="username"> Username</p>'\
        '<p><input type="password" name="paswd" id="paswd"> Password</p>'\
        '<p><input type="button" value="Login" id="btn"></p>'\
    '</form>'
    emit(form)

def cek_login():
    username = _POST['username']
    paswd = _POST['paswd']

    if(username=='ekoheri' and paswd=='asdqwe'):
        emit('<h1>Login Sukses</h1>')
    else:
        emit('<h1>Login Gagal!!</h1>')

route = _QUERY_STRING['route']
if(route == 'cek_login'):
    cek_login()
elif(route == 'form_login'):
    form_login()
elif(route == 'form_login_jquery'):
    form_login_jquery()
%}

Output


JQuery

jquery adalah salah satu library javascript yang populer, library ini di buat oleh John Resig pada tahun 2006 yang ditujukan untuk memudahkan para developer dalam menggunakan dan menerapkan javascript di website. Pada dasarnya jquery mengkompres berbagai baris kode ke dalam sebuah fungsi sehingga kita tidak perlu menulis kemballi semua baris kode hanya untuk menyelesaikan satu pekerjaan.

pertama kita buat file html biasa dengan nama login3.html, di dalam body kita membuat form dan button untuk mengirimkan data.

<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="IE=edge">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
<title>Login</title>
<script src="https://code.jquery.com/jquery-3.6.0.min.js"></script>
</head>
<body>
<h1>Web Interaktif dgn JQUERY</h1>
<div id="elemen"></div>
<div id="status">
</div>
<script lang="javascript">
$(document).ready(function(){
$.get("http://localhost:8080/backend.rpc?route=form_login_jquery")
.done(function(data){
$("#elemen").html(data);
btn = document.getElementById("btn");
btn.addEventListener('click', btnClick)
});
});

function btnClick(){
var u = $("#username").val();
var p = $("#paswd").val();
$.post(
"http://localhost:8080/backend.rpc?route=cek_login",
{ username: u, paswd: p }
).done(function( data ) {
$("#status").html(data);
});
};
</script>
</body>
</html>

Selanjutnya kita membuat file dengan nama backed.rpc, halaman tersebut proses untuk menampilkan data ke halaman login3.html.

{%

def form_login_jquery():
    form = '<form>'\
        '<p><input type="text" name="username" id="username"> Username</p>'\
        '<p><input type="password" name="paswd" id="paswd"> Password</p>'\
        '<p><input type="button" value="Login" id="btn"></p>'\
    '</form>'
    emit(form)

def cek_login():
    username = _POST['username']
    paswd = _POST['paswd']

    if(username=='ekoheri' and paswd=='asdqwe'):
        emit('<h1>Login Sukses</h1>')
    else:
        emit('<h1>Login Gagal!!</h1>')

route = _QUERY_STRING['route']
if(route == 'cek_login'):
    cek_login()
elif(route == 'form_login'):
    form_login()
elif(route == 'form_login_jquery'):
    form_login_jquery()
%} 

Output


Dari perbedaan metode di atas, 

- dengan metode monolitik tampilan form login pada saat klik button, tampilan data akan pindah ke halaman selanjutnya yang telah proses.

- dengan metode Ajax tampilan form login pada saat klik button, tampilan data tetap di halaman awal form login, hanya saja element nya yang berubah.

- dengan metode JQuery tampilan form login pada saat klik button, tampilan data tetap di halaman awal form login dan hasil data jadi satu.

Menurut saya dari 3 metode diatas yang paling simple ialah menggunakan metode JQuery, karena form login dan tampilan data berada di satu halaman saja.

 

Referensi:

https://ridhosatriawans.wordpress.com

https://www.webarq.com/id/blog/microservices-vs-monolitik-mana-yang-lebih-baik-untuk-arsitektur-teknologi-bisnis-masa-kini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran Dasar React Bagi Pemula

  Apa itu Reactjs? Reactjs adalah sebuah library yang dibuat oleh Facebook untuk membuat UI (user interface) pada Web Mobile juga. Banyak orang menyebutnya sebagai framework , namun secara teknis.. Reactjs bukanlah sebuah framework. Melainkan sebuah library untuk membuat UI.   Oke, mari kita coba membuat aplikasi dengan Reactjs pertama kita buat file html biasa dengan nama hello-world.html , di dalam body kita akan menampilkan teks. <! DOCTYPE html > < html > < head > < meta charset = "utf-8" /> < title > Belajar Reactjs </ title > < script src = "https://unpkg.com/react@16/umd/react.production.min.js" >      </ script > < script src = "https://unpkg.com/react-dom@16/umd/react-dom.production      .min.js" ></ script > < script src = "https://unpkg.com/babel-standalone@6.15.0/babel.min.js" >      </ script > </ head > < bod...

Penambahan Function Pop Up Edit Toko di NextJS

      Apa itu Next.js?  Next.js merupakan sebuah React framework yang dibentuk buat mengatasi kasus client-side rendering yang dimiliki React. Sebuah halaman website yang dibentuk memakai React ‘terasa ringan’ lantaran tampilan website sangat interaktif.  Selain itu, ketika data berubah, React menggunakan efisien akan mengupdate bagian menurut halaman website yang memang perlu diupdate tanpa perlu reload satu halaman penuh.  Untuk menerima itu seluruh, client wajib load seluruh file JavaScript sebelum konten halaman ditampilkan. apabila file JS relatif akbar maka ketika yang diperlukan buat load pertama kali pula sebagai lebih lama.  Masalah lain menurut client-side rendering merupakan SEO, terdapat kemungkinan web crawler berusaha mengindex halaman yang belum terselesaikan dirender sepenuhnya (lantaran ketika load yang lama). Dan menduga web tadi blank.  Kedua kasus diatas bisa diselesaikan menggunakan teknik pre-rendering. Yaitu ...

Pembuatan halaman Home dengan NextJS

      Apa itu Next.js?  Next.js merupakan sebuah React framework yang dibentuk buat mengatasi kasus client-side rendering yang dimiliki React. Sebuah halaman website yang dibentuk memakai React ‘terasa ringan’ lantaran tampilan website sangat interaktif.  Selain itu, ketika data berubah, React menggunakan efisien akan mengupdate bagian menurut halaman website yang memang perlu diupdate tanpa perlu reload satu halaman penuh.  Untuk menerima itu seluruh, client wajib load seluruh file JavaScript sebelum konten halaman ditampilkan. apabila file JS relatif akbar maka ketika yang diperlukan buat load pertama kali pula sebagai lebih lama.  Masalah lain menurut client-side rendering merupakan SEO, terdapat kemungkinan web crawler berusaha mengindex halaman yang belum terselesaikan dirender sepenuhnya (lantaran ketika load yang lama). Dan menduga web tadi blank.  Kedua kasus diatas bisa diselesaikan menggunakan teknik pre-rendering. Yaitu ...