Langsung ke konten utama

Membuat Web Dinamis dengan Python

 

Website merupakan gugusan page pada suatu domain yg memuat mengenai banyak sekali fakta supaya bisa dibaca & dicermati sang pengguna internet melalui sebuah mesin pencari. Informasi yg bisa dimuat pada sebuah website biasanya berisi tentang konten gambar, ilustrasi, video, & teks buat banyak sekali macam kepentingan.

Biasanya buat tampilan awal sebuah website bisa diakses melalui page utama (homepage) memakai browser menggunakan menuliskan URL yg tepat. Di pada sebuah homepage, pula memuat beberapa page web turunan yg saling terhubung satu menggunakan yg lain.

Jaman sekarang, hampir seluruh website adalah website dinamis. Semua pengunjung mampu berinteraksi secara eksklusif misalnya menambah database, merubah ataupun menghapus data menurut database menggunakan cara tertentu. 

Website Dinamis (Dynamic Website) merupakan jenis page web yg disusun sang konten & layout yg kaya akan liputan didalamnya. Dinamakan website Dinamis lantaran kontennya bisa berubah-ubah. Dengan istilah lain, adanya acara yg berjalan buat mengatur perubahan data yg ditampilkan pada website Dinamis tersebut. Halaman web yg dibentuk menggunakan memakai bahasa server misalnya PHP, Perl, ASP, ASP.NET, JSP, ColdFusion & bahasa yg lainnya. Jenis website Dinamis ini sangat cocok buat website E-Commerce yg membutuhkan update data secara terus menerus. 

Sebuah website baik itu dinamis atau statis memiliki fungsinya masing-masing. Dalam pemeliharaan website Dinamis pun lebih gampang daripada Website Statis lantaran bisa memakai Content Management System (CMS).

 


 

Apakah ngoding web statis lebih mudah dari ngoding web dinamis?  belum tentu. Ngoding web statis pun semudah itu, memang lebih mudah dari ngoding web dinamis, namun anda perlu memahami beberapa bahasa terutama untuk front-end contohnya CSS, Javascript, ataupun teknik-teknik untuk membangun UI/UX yang lebih menarik, dan ini dia merupakan perbedaan web statis & dinamis.

 

Perbedaan web statis dan web dinamis:

Secara sekilas tidak banyak perbedaan berdasarkan website statis & dinamis selain dalam teknologi pembuatannya.

Tetapi bila dicermati lebih pada 2 jenis website ini mempunyai perbedaan yg lumayan banyak mulai berdasarkan database yg dipakai hingga desain secara visual.

 

Langkah-Langkah Membuat Web Server Dinamis menggunakan Python.

Sebelum memulai, pastikan personal komputer  Anda sudah terinstall Python. Untuk menyelidiki apakah Python telah terinstal maka ketikan perintah berikut pada terminal: 

Apabila Python telah terinstall maka akan muncul tulisan versi Python. Berikut ini contohnya:

Setelah install python, maka Anda bisa langsung membuat 2 file yaitu tes.html dan template.py yang ada dibawah ini adalah code yang di implementasi dari source code dari algoritma sebagai berikut ini:



Untuk menjalankan source code diatas, anda bisa menjalankan dengan perintah "python3.9 template.py", seperti yang ada dibawah ini:


Pembahasan web dinamis ini merupakan menjalankan program dalam file tes.html dan menjalankan program template.py yg sangat bermanfaat ketika membentuk web dinamis ketika masih ada perubahan tidak perlu mematikan program yang berjalan, tidak sama menggunakan web statis yg wajib  mematikan program ketika ingin melakukan penambahan program.

 

 

Referensi:

https://www.webarq.com/id/website-statis--website-dinamis 

https://www.sekawanmedia.co.id/pengertian-website/

https://gudangssl.id/blog/perbedaan-website-statis-dan-dinamis/ 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran Dasar React Bagi Pemula

  Apa itu Reactjs? Reactjs adalah sebuah library yang dibuat oleh Facebook untuk membuat UI (user interface) pada Web Mobile juga. Banyak orang menyebutnya sebagai framework , namun secara teknis.. Reactjs bukanlah sebuah framework. Melainkan sebuah library untuk membuat UI.   Oke, mari kita coba membuat aplikasi dengan Reactjs pertama kita buat file html biasa dengan nama hello-world.html , di dalam body kita akan menampilkan teks. <! DOCTYPE html > < html > < head > < meta charset = "utf-8" /> < title > Belajar Reactjs </ title > < script src = "https://unpkg.com/react@16/umd/react.production.min.js" >      </ script > < script src = "https://unpkg.com/react-dom@16/umd/react-dom.production      .min.js" ></ script > < script src = "https://unpkg.com/babel-standalone@6.15.0/babel.min.js" >      </ script > </ head > < bod...

Penambahan Function Pop Up Edit Toko di NextJS

      Apa itu Next.js?  Next.js merupakan sebuah React framework yang dibentuk buat mengatasi kasus client-side rendering yang dimiliki React. Sebuah halaman website yang dibentuk memakai React ‘terasa ringan’ lantaran tampilan website sangat interaktif.  Selain itu, ketika data berubah, React menggunakan efisien akan mengupdate bagian menurut halaman website yang memang perlu diupdate tanpa perlu reload satu halaman penuh.  Untuk menerima itu seluruh, client wajib load seluruh file JavaScript sebelum konten halaman ditampilkan. apabila file JS relatif akbar maka ketika yang diperlukan buat load pertama kali pula sebagai lebih lama.  Masalah lain menurut client-side rendering merupakan SEO, terdapat kemungkinan web crawler berusaha mengindex halaman yang belum terselesaikan dirender sepenuhnya (lantaran ketika load yang lama). Dan menduga web tadi blank.  Kedua kasus diatas bisa diselesaikan menggunakan teknik pre-rendering. Yaitu ...

Pembuatan halaman Home dengan NextJS

      Apa itu Next.js?  Next.js merupakan sebuah React framework yang dibentuk buat mengatasi kasus client-side rendering yang dimiliki React. Sebuah halaman website yang dibentuk memakai React ‘terasa ringan’ lantaran tampilan website sangat interaktif.  Selain itu, ketika data berubah, React menggunakan efisien akan mengupdate bagian menurut halaman website yang memang perlu diupdate tanpa perlu reload satu halaman penuh.  Untuk menerima itu seluruh, client wajib load seluruh file JavaScript sebelum konten halaman ditampilkan. apabila file JS relatif akbar maka ketika yang diperlukan buat load pertama kali pula sebagai lebih lama.  Masalah lain menurut client-side rendering merupakan SEO, terdapat kemungkinan web crawler berusaha mengindex halaman yang belum terselesaikan dirender sepenuhnya (lantaran ketika load yang lama). Dan menduga web tadi blank.  Kedua kasus diatas bisa diselesaikan menggunakan teknik pre-rendering. Yaitu ...